Trik Pilih Sepatu


Sepatu Wanita - Sepatu saat ini sudah menjadi bagian dari fashion yang digunakan sehari-hari. Banyaknya model dan desain sepatu membuat penampilan anda semakin menarik. Namun dalam memilih sepatu, sebaiknya tidak hanya memperhatikan model dan desain saja, tapi juga harus dipertimbangkan faktor kesehatan.

Salah memilih sepatu bisa membuat masalah pada kesehatan kaki. Ada beberapa tips memilih sepatu yang tepat:

- Saat membeli grosir sepatu sebaiknya cobalah mengenakan kedua sepatu sehingga anda bisa merasakan kenyamanan pada saat menggunakannya. Cobalah berjalan dan pastikan Anda tidak tersiksa karena ukuran sempit.

- Sore hari adalah saat yang tepat untuk membeli sepatu karena pada waktu sore ukuran kaki sedang maksimal lebarnya.

- Bagi kaum wanita, hindari membeli sepatu dengan heels lebih tinggi dari 2 inchi khususnya bila sepatu itu digunakan rutin sehari hari, karena selain susah beraktifitas juga bisa menyebabkan peradangan sendi dan sakit pada betis.

Dengan cara diatas semoga Anda bisa mendapatkan pilihan sepatu yang tepat. (wk)

Cara Menyelamatkan Kaos Dari Kegagalan Sablon


Cara Menyelamatkan Kaos Dari Kegagalan Sablon.
Kaos Distro - Sebagian dari Juragan2 & Boss2 sekalian pasti pernah mengalami sablon yang gagal. Entah itu menggunakan JPSS ataupun Coastal Inkjet Opaque. Pasti kecewa karena selain tidak puas akan hasil yg didapat, Kaos maupun Transfer paper sudah tidak dapat dipergunakan/ Dijual.
Disini saya ingin membagi pengalaman saya jika terjadi kesalahan/ kegagalan sablon. Utk kaos, jangan langsung dipinggirkan/ dipakai sendiri Pak. Sebenarnya kaos tersebut masih bisa dijual lagi. Gimana caranya?
Kasus yg terjadi jika menggunakan Coastal Inkjet Opaque.
Jika Anda gagal menyablon dengan menggunakan Transfer Paper Coastal Inkjet Opaque, pertama2 Anda ambil kertas HVS yg masih bersih. Letakkan kaos yg gagal disablon tadi diatas mesin heat Press. Tutupi hasil Sablon yg gagal tadi dengan kertas HVS. Harus seluruh hasil sablon tertutup dengan kertas HVS. Lalu Press lagi sama seperti Anda nge-press Inkjet Opaque. Yaitu 195-200 derajat selama 25-30 detik. Setelah selesai dan alarm heat press bunyi, langsung cabut kertas HVS tersebut panas2. Sambil dicabut, tahan juga baju supaya hasil cabutannya bisa lebih cepat, karena sedikit keras. Tetapi harus dilakukan secepat mungkin, jangan sampai dingin. Nah selama anda mencabut panas2 itu, lapisan inkjet opaque akan menempel di kertas HVS itu. Kenapa ngak boleh sampai dingin, karena kalau sampai dingin, Lem yg ada di inkjet opaque mengeras, akan susah Anda untuk mencabut kembali lapisan Inkjet opaque tersebut. Karena tehnik ini tidak bisa diulang 2 kali. Sebab kertas HVS dan Lapisan Inket Opaque akan menyatu. Anda tidak bisa mengulangi lagi memakai kertas HVS. Setelah Anda berhasil mencabut, hasilnya akan terlihat lapisan Lem di kaos yg sudah dicabut sablonannya. Memang Anda sudah tidak dapat menjual kaos polos itu begitu saja, karena ada bekas lapisan lem dari Inkjet Opaque. Terus gimana mengakalinya supaya bisa dipakai kembali? Mudah, Anda bisa menimpa bekas lapisan Lem tersebut dengan sablon yg baru yg gambarnya harus lebih besar daripada bekas Lem tersebut. Jadi Lapisan Lem tersebut tidak kelihatan lagi. Sehingga kaos tadi yg tidak bisa dijual, sekarang Anda bisa jual lagi dengan sablon yg pastinya harus menutupi lapisan Lem tersebut.
Ini salah satu trik yg bisa Anda gunakan untuk menyelamatkan Kaos polos Anda dari kegagalan Sablon. Tetapi kalo Untuk Papernya, heheheheehhee sudah tidak dapat diselamatkan lagi Pak. Setidaknya bisa meminimalkan kerugian Bpk.
Kasus Yang Terjadi Jika Menggunakan Jet Pro Soft Stretch
Tingkat kegagalan menyablon dengan menggunakan Jet Pro Soft Stretch sudah pasti lebih besar daripada Coastal Inkjet Opaque. Terus gimana nih mengakalinya jika sampai terjadi kegagalan. Nah kalo dalam kasus menggunakan JPSS (Jet Pro Soft Stretch) satu2nya yg bisa Anda lakukan adalah dengan menimpa bekas sablonan JPSS dengan menggunakan Transfer Paper Coastal Inkjet Opaque. Yah ini resikonya jika sampai kegagalan. Karena dalam kasus ini jelas anda tidak dapat mencabut JPSS seperti Coastal Inkjet Opaque. Karena hasil JPSS menyatu dengan bahan. Satu2nya cara yah Anda harus menyablon dengan Transfer Paper Coastal Inkjet Opaque dikaos Putih.
Nah utk menentukan apakah kaos yang gagal ini masih bisa dijual/ digunakan, Anda yang menentukan. Saya hanya memberi tahu ada cara yang seperti ini untuk menyelamatkan kaos dari kegagalan sablon. Memang untuk kasus kaos Putih, jika Anda menimpa dengan Coastal Inkjet Opaque, Bayangan dari sablon JPSS masih akan terlihat jika dilihat dari dalam baju. Sedangkan kalo untuk kasus kaos warna/ hitam, asal Anda menyablon dengan menggunakan gambar yg lebih besar dari bekas lemnya Coastal Inkjet Opaque, sisa2 bekas kegagalan sablon tidak akan terlihat sama sekali.
Nah, ini sedikit tips/ pengetahuan saya selama saya menjalani bisnis sablon dengan menggunakan Transfer Paper.

Tips Berwirausaha bagi Pemula


Jangan takut gagal ketika baru saja memulai usaha. Yang penting pede, dan teruslah bermimpi!
Baju murah - Mengapa kini banyak orang mulai memilih membuka usaha sendiri? Tentu banyak sekali alasan yang melatarbelakanginya. Salah satunya faktor kebutuhan yang makin meningkat, seiring kenaikan harga di segala bidang.
Misalnya, seorang perempuan yang sudah lama bekerja kantoran, merasa kariernya tak berkembang, dan ia pun bosan jika tinggal di rumah hanya mengurus anak saja. Nah, dengan berwirausaha, "Ia jadi makin terbuka, pintar mengatur uang, bisa mencari target pasar, tahu cara berpromosi, bahkan membuat produknya sendiri.Ia jadi lebih berkembang dari sebelumnya."
Lalu, usaha apa saja yang dapat dilakukan di rumah? Menurut Zizi, berbagai usaha dapat dilakukan. Membuka les privat, salon, spa, pijat dan aromaterapi, menerima jahitan, membuka butik, kantin, katering, dan membuat kue, bahkan membuat website atau blog. Berikut tips dari Zizi, yang harus diperhatikan ketika akan memulai usaha bagi para pemula:
1. Miliki Mimpi!
Bermimpilah jadi pengusaha sukses, punya uang banyak, bisa liburan ke luar negeri dan tempat-tempat eksoktis, atau tak perlu memikirkan pekerjaan lagi karena sudah punya banyak uang. Lalu bayangkan, dari mana uang itu bisa mengalir ke rekening Anda, atau dari usaha apa agar bisa sukses. Apakah akan jadi pengusaha restoran, garmen, atau lainnya? Bayangkan secara jelas, dan sedetail mungkin. Semua kesuksesan berdasar dari mimpi. Jadi, jangan takut berkhayal atau bermimpi.
2. Obesi dan Hobi
Apa, sih, hobi Anda? Memasak, menjahit, atau mengajar anak-anak? Nah, Anda harus bisa menjalankannya dengan hati. Jadi, yang Anda lakukan memiliki jiwa, nyawa, dan nilai. Semua yang dilakukan dengan hati, pasti akan lebih lancar dijalankan.
3. Lihat Kenyataan
Setelah berkhayal, kembalilah ke realita. Kepala boleh di langit, tetapi kaki harus tetap menjejak bumi. Mulailah dari yang Anda punya, dan jangan membandingkan dengan milik orang lain. Jika mampu memasak dan hasilnya disenangi orang rumah, Anda berbakat membuka katering. Atau, sabar melatih anak, mampu dan terlatih mencarikan solusi bagi anak-anak yang kurang fokus belajar? Jadilah guru les dan pembimbing.
4. Buat Rencana Bertahap
Mulailah membuat rencana bertahap. Buatlah kondisi dari nol dengan satu syarat, selalu melihat ke depan. Misalnya, tak punya uang tapi punya modal kemampuan. Jika punya uang Rp 500 ribu dan pintar masak, apa yang akan dilakukan agar bisa menghasilkan lebih. Lakukan bertahap, perlahan, sesuai kemampuan. Jika dilakukan dengan benar, lambat laun keuntungan akan mengikuti Anda.
5. Susun Berbagai Rencana
Ketika usaha mulai berjalan, jangan hanya memiliki satu rencana saja. Buat juga rencana B, C, atau D. Misalnya, setelah membuka warung tapi sepi pengunjung, mulailah berpikir kreatif dan jalankan rencana B. Jangan menunggu orang datang, tapi harus menjemput bola dan tawarkan kemudahan lain. Misalnya, memberi pelayanan delivery service. Jika rencana B ternyata belum berhasil, jalankan rencana C, dan seterusnya.
6. Buat Anggaran
Jika usaha sudah berjalan, buat anggaran pengeluaran dan pemasukan dengan rapi. Pisahkan antara pemasukan dan pengeluaran dari gaji suami atau istri untuk biaya sehari-hari, dengan hasil usaha. Sebaiknya, uang dipecah ke dalam dua rekening bank, dan jangan masuk ke dompet, agar tidak boros dan mudah melihat laba yang didapat.
Jika tak membuat anggaran dan hanya tambal sulam, Anda tak akan bisa melihat laba yang diraih. Yang ada, Anda justru tidak tahu apakah usahanya sukses atau gagal. Dengan membuat anggaran yang tepat, kesalahan yang muncul akan bisa dicari penyebabnya, dan dapat segera diperbaiki.